slot depo 10k slot depo 10k

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

BeritaHUKRIMKajari Kukar Aji KalbuPENDIDIKAN & BUDAYARAGAMSilaturahmiTokoh AgamaU T A M A

Kajari Kukar Aji Kalbu Pribadi Gelar Pertemuan dengan Tokoh Agama untuk Bahas Program Strategis

Dalam upaya memperkuat sinergi antara lembaga penegak hukum dan masyarakat, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Aji Kalbu Pribadi SH MH, baru-baru ini mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh agama. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas berbagai program strategis, termasuk pengenalan tugas dan fungsi kejaksaan serta peran pentingnya dalam penegakan hukum. Salah satu agenda penting yang menjadi fokus diskusi adalah perwalian bagi anak-anak yang terlantar di wilayah Kabupaten Kukar.

Silaturahmi dengan Tokoh Agama

Aji Kalbu Pribadi, yang kini menjabat sebagai Kajari Kukar selama kurang lebih sebulan, mengandalkan Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Kukar, Darmawan Wicaksono, untuk menyampaikan informasi terkait kegiatan silaturahmi ini. Pada hari Senin, 14 September 2026, Darmawan menjelaskan bahwa pertemuan tersebut diadakan dengan beberapa lembaga, termasuk Dewan Masjid Indonesia (DMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kukar.

Pengenalan Tugas dan Fungsi Kejaksaan

Dalam pertemuan tersebut, pihak kejaksaan tidak hanya sekadar memperkenalkan diri, tetapi juga memberikan sosialisasi mengenai tugas pokok dan fungsi mereka, khususnya dalam bidang intelijen. Darmawan menegaskan bahwa penting bagi masyarakat untuk memahami peran kejaksaan dalam meningkatkan kesadaran hukum.

“Kami berkomitmen untuk melakukan sinergi dengan berbagai lembaga yang kami kunjungi. Salah satu fokus kami adalah meningkatkan kesadaran hukum masyarakat,” ujar Darmawan. Dia menambahkan bahwa kerjasama dengan tokoh agama sangat penting, terutama dalam konteks penanganan isu-isu sosial yang berkaitan dengan hukum.

Perwalian Anak Terlantar

Dalam diskusi tersebut, Darmawan menggarisbawahi pentingnya perhatian terhadap anak-anak yang terlantar, terutama yang tidak memiliki data administrasi kependudukan. Kewenangan kejaksaan tidak hanya terbatas pada intelijen, tetapi juga mencakup bidang perdata dan tata usaha negara. Hal ini termasuk dalam upaya untuk memastikan bahwa anak-anak yang terlantar dapat memiliki akses terhadap hak-hak administratif mereka.

  • Pengumpulan data mengenai anak-anak terlantar.
  • Menjamin pemenuhan hak administratif seperti KTP dan KIA.
  • Melakukan penegakan hukum untuk melindungi hak-hak anak.
  • Menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan dan agama.
  • Meningkatkan kesadaran hukum di kalangan masyarakat.

Peran Lembaga Agama dalam Penanganan Anak

Para tokoh agama di Kukar, termasuk yang terlibat dalam pendidikan keagamaan di pondok pesantren, memiliki peran yang sangat strategis dalam membantu anak-anak terlantar. Darmawan menekankan bahwa sosialisasi hukum kepada masyarakat, khususnya melalui pemuka agama, akan sangat membantu dalam penanganan masalah ini.

“Kami siap untuk berkolaborasi dengan para pemuka agama untuk mensosialisasikan berbagai aspek hukum yang relevan,” tambahnya. Dengan pendekatan yang terintegrasi, diharapkan anak-anak yang terlantar dapat mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat dan pemerintah.

Respons dari Dewan Masjid Indonesia (DMI)

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar, Edi Darmansyah, memberikan sambutan positif terhadap kunjungan Kajari Kukar dan jajarannya. Dalam kesempatan tersebut, Edi mengungkapkan rasa terima kasihnya dan mengapresiasi inisiatif Kajari dalam membahas kolaborasi untuk penanganan anak terlantar.

Bersama Ketua Harian DMI Kukar, Chairil Anwar, dan Sekretaris Umum Suprianto, Edi mengungkapkan bahwa pertemuan ini juga membahas sejumlah kegiatan, termasuk program perwalian anak. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak yang tidak memiliki orang tua atau data administrasi dapat mendapatkan hak-hak mereka,” jelasnya.

Kolaborasi dalam Kegiatan Keagamaan

Selain membahas isu perwalian, Edi juga mengungkapkan bahwa DMI Kukar telah melaksanakan kegiatan Safari Subuh sejak tahun 2018. Dalam pertemuan tersebut, pihak kejaksaan menyarankan agar konsep kegiatan ini dapat diperluas cakupannya.

“Kami berharap jajaran Forkopimda Kukar dapat memimpin rombongan safari subuh dan mengunjungi berbagai masjid,” ungkapnya. Edi menekankan pentingnya kolaborasi antara DMI dan Kejari dalam upaya memakmurkan masjid serta memperkuat peran fungsi masjid dalam pembinaan umat.

Penguatan Peran Masjid dalam Masyarakat

Dalam diskusi ini, muncul juga pembahasan mengenai tantangan terkait aliran paham dan isu kilafah yang berkembang di Kukar. Edi Darmansyah menyatakan bahwa penting untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap hal-hal ini agar tidak menimbulkan perpecahan di masyarakat.

“Prinsipnya, kami di DMI Kukar sangat menyambut baik rencana kolaborasi dengan Kejari Kukar. Kami percaya bahwa dengan bekerja sama, kita dapat lebih efektif dalam memakmurkan masjid dan membina umat,” tutupnya. Dengan semangat kolaborasi ini, diharapkan program-program yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di Kabupaten Kukar.

Related Articles

Back to top button