slot depo 10k slot depo 10k

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

Tapanuli Bisnis

BI dan BRIN Analisis KEK Danau Toba untuk Mendorong 7 Kabupaten Membangun Ekonomi Bersama

Pengembangan ekonomi di kawasan Danau Toba memerlukan pendekatan yang terintegrasi dan kolaboratif antara tujuh kabupaten yang ada di sekitarnya. Dalam upaya ini, Bank Indonesia (BI) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kajian mendalam untuk membangun Danau Toba sebagai ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Melalui pertemuan yang berlangsung di Lobby Lantai II Kantor Bupati Samosir pada Senin, 14 September 2026, berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) terlibat dalam diskusi penting ini.

Dukungan Terhadap Pengembangan Bersama

Marudut Tua Sitinjak, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir, menekankan bahwa pengembangan kawasan Danau Toba tidak dapat dilakukan secara sektoral oleh masing-masing daerah. Menurutnya, penting untuk memiliki kesamaan visi dan kebijakan di antara kabupaten-kabupaten di kawasan tersebut agar investasi, pariwisata, serta infrastruktur dapat terintegrasi dengan baik.

“Kita tidak bisa hanya memikirkan Samosir. Sangat penting untuk menyatukan persepsi dan menyusun kebijakan bersama dengan semua kabupaten di sekitar Danau Toba,” jelas Marudut. Dia juga memberikan apresiasi kepada BI Sumut dan BRIN yang menunjukkan perhatian serius terhadap pengembangan kawasan ini, terutama Samosir, yang secara geografis terletak di pusat Danau Toba.

Namun, Marudut mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu langkah yang perlu diambil adalah pendataan serta pelestarian sumber mata air yang menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem Danau Toba.

Pentingnya Konektivitas dalam Pengembangan

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Samosir, Hotraja Sitanggang, mengungkapkan bahwa konektivitas menjadi tantangan utama dalam membangun ekonomi kawasan Danau Toba. Akses transportasi, baik menuju maupun di dalam kawasan, sangat krusial untuk mendukung mobilitas masyarakat, wisatawan, dan aktivitas ekonomi antar daerah.

“Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tidak hanya cukup dengan penetapan kawasan dan menarik investor. Infrastruktur yang menghubungkan antar kawasan harus diperkuat agar pergerakan ekonomi dapat berlangsung dengan efektif,” tandas Hotraja.

Samosir memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata dengan 62 desa wisata, di mana 15 di antaranya telah menjadi desa wisata mandiri. Pengembangan ke depan akan berfokus pada penguatan atraksi wisata terjadwal, integrasi destinasi berbasis pengalaman, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pariwisata.

Optimalisasi Riset untuk Pengembangan Berkelanjutan

Maxenius T. Sambodo, peneliti dari BRIN, mempresentasikan materi yang berjudul “Optimalisasi Data Dukung Kawasan untuk Pengembangan Investasi Danau Toba yang Berkelanjutan” sebagai bagian dari kajian awal pembentukan KEK Danau Toba. Ia menjelaskan bahwa pengembangan KEK harus diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi yang saling terintegrasi dengan memanfaatkan aset-aset strategis di ketujuh kabupaten yang berada di kawasan Danau Toba.

“Riset ini akan terus diperkuat. Kami berharap dari hasil penelitian ini, semangat untuk menjadikan Danau Toba sebagai satu ekosistem ekonomi dapat terbangun kembali,” terang Maxenius. Dia juga menekankan pentingnya penguatan riset dan kelembagaan agar pengembangan kawasan tidak terjebak dalam kepentingan sektoral masing-masing daerah.

Dengan pendekatan yang berbasis kawasan, potensi yang dimiliki setiap kabupaten diharapkan dapat saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain. Dalam kajian awal, BRIN mengidentifikasi beberapa pendekatan yang bisa dikembangkan, di antaranya adalah pemulihan ekosistem, penguatan rantai nilai antarkabupaten, kelembagaan satu pintu, serta skema pendanaan terpadu.

Manfaat Investasi untuk Masyarakat Lokal

Pemerintah Kabupaten Samosir menyatakan kesiapannya untuk menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi melalui KEK Danau Toba. Namun, pihaknya berharap agar investasi yang masuk tidak hanya berhenti pada angka-angka penanaman modal semata. Hotraja menekankan bahwa investasi harus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal.

  • Peningkatan pengadaan lokal dan pengembangan pemasok.
  • Peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan industri.
  • Penguatan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
  • Digitalisasi transaksi untuk mempermudah akses.
  • Penciptaan lapangan kerja dan peluang usaha baru.

Dengan langkah-langkah tersebut, masyarakat lokal diharapkan tidak sekadar menjadi penonton saat investasi masuk, tetapi juga dapat berpartisipasi aktif dalam rantai ekonomi kawasan.

Mempercepat Proses Investasi dan Perizinan

Pemerintah Kabupaten Samosir terus mendorong kemudahan dalam proses investasi dan perizinan, dengan tetap mematuhi ketentuan peraturan yang berlaku. Beberapa tantangan yang dihadapi, seperti status lahan dan sempadan Danau Toba, juga perlu diselesaikan agar proses investasi dapat berjalan dengan lancar.

Harapan Pemkab Samosir adalah agar kajian KEK Danau Toba tidak hanya berhenti pada tahap konsep, tetapi juga dapat menghasilkan model yang realistis, terintegrasi, dan dapat diterapkan. Dengan demikian, manfaatnya bisa dirasakan oleh daerah dan masyarakat yang tinggal di kawasan Danau Toba.

Kajian ini juga menjadi bagian dari transformasi pembangunan jangka panjang yang terintegrasi dengan arah pembangunan kawasan Danau Toba serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Samosir untuk periode 2025-2045.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Manager BI Sumut, Yulian Zifar Ayustira, Peneliti BRIN Maxenius T. Sambodo, Asisten II Hotraja Sitanggang, Kepala Bapperida Rajoki Simarmata, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Tetty Naibaho, serta Kepala DPMPTSP Pilippi Simarmata.

Back to top button