Prof. Hamzah Ditetapkan Sebagai Calon Rektor Unila dalam Pemilihan Resmi

Jakarta – Dalam dinamika dunia pendidikan tinggi di Indonesia, penentuan pemimpin perguruan tinggi memiliki dampak besar terhadap arah dan visi institusi tersebut. Universitas Lampung (Unila) kini tengah berproses untuk memilih rektor baru untuk periode 2027-2031. Salah satu nama yang mencuat dalam bursa pemilihan ini adalah Prof. Dr. Hamzah SH MH PIA. Keputusan pencalonan ini bukan hanya sekadar ambisi pribadi, melainkan sebuah ikhtiar untuk membawa perubahan positif bagi almamater yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan karir akademiknya.
Pencalonan Resmi dan Komitmen untuk Perubahan
Prof. Hamzah secara resmi mengajukan berkas pendaftaran sebagai calon rektor Unila pada tanggal 3 September 2026. Ini menandai langkah seriusnya dalam persaingan memperebutkan posisi strategis di lembaga pendidikan yang telah membentuknya sejak awal karir akademis.
Bagi Hamzah, pencalonan ini lebih dari sekadar ambisi untuk menduduki kursi pimpinan. Ini adalah kesempatan untuk menerapkan berbagai gagasan dan visi yang telah ia kembangkan selama bertahun-tahun. Ia percaya bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai entitas yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
Perjalanan Akademis yang Inspiratif
Hubungan Prof. Hamzah dengan Unila telah berlangsung lebih dari tiga dekade. Sejak menamatkan pendidikan sarjana di Fakultas Hukum Unila pada tahun 1995, ia terus berkontribusi pada dunia pendidikan. Setelah menyelesaikan Magister Hukum dan Doktor Ilmu Hukum di Universitas Indonesia pada tahun 2003 dan 2010, ia kembali ke Unila sebagai pengajar, hingga mencapai jabatan guru besar.
Sejak tahun 2023, Hamzah juga menjabat sebagai Ketua Satuan Pengendalian Internal (SPI) Unila, di mana ia bertanggung jawab untuk memastikan tata kelola yang baik dan transparan di institusi tersebut.
Visi dan Gagasan untuk Unila yang Berani
Pencalonan Hamzah bukanlah yang pertama. Pada pemilihan rektor sebelumnya, ia juga mencalonkan diri dengan visi untuk menjadikan Unila sebagai perguruan tinggi yang bermartabat, berkarakter, unggul, dan berdaya saing. Salah satu gagasan utamanya adalah penguatan prinsip good university governance, yang turut mencakup peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi, pengembangan riset, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Dalam pencalonannya kali ini, Hamzah kembali mengusung tagline “Unila Berani” sebagai simbol semangatnya untuk melakukan perubahan. Ia berharap, proses pemilihan rektor dapat berlangsung dengan damai dan menghasilkan pemimpin yang dapat membawa Unila ke arah yang lebih baik.
Peran Perguruan Tinggi dalam Menjawab Tantangan Masyarakat
Menurut Hamzah, universitas seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat pendidikan akademik. Sebagai bagian dari masyarakat, perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang ada. Ia percaya bahwa hasil penelitian dan inovasi yang dihasilkan oleh perguruan tinggi harus dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas.
Berbagai isu yang menjadi perhatian akademiknya, seperti hukum adat, perlindungan konsumen, dan tata kelola ekonomi, menjadi fondasi bagi gagasannya. Menurutnya, masalah-masalah yang dihadapi masyarakat Lampung, termasuk agraria, pendidikan, lingkungan, kemiskinan, infrastruktur, dan transformasi ekonomi, merupakan tantangan yang dapat diatasi melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.
Tata Kelola Universitas yang Transparan dan Akuntabel
Posisi Hamzah sebagai Ketua SPI menegaskan pentingnya isu tata kelola dalam pencalonannya. SPI memiliki peran vital dalam melakukan pengawasan internal untuk mendukung tata kelola Unila yang transparan dan akuntabel. Hamzah menekankan bahwa pengendalian internal tidak hanya dilakukan ketika masalah muncul, tetapi juga harus menjadi bagian dari strategi pencegahan untuk menghindari penyimpangan.
Dalam konteks ini, reputasi perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh cara institusi mengelola sumber daya, anggaran, dan pelayanan kepada sivitas akademika. Kepercayaan publik adalah aset berharga yang harus dijaga dengan baik.
Pengalaman yang Membawa Kembali ke Unila
Perjalanan Hamzah dari mahasiswa, dosen, hingga guru besar telah membawanya kembali ke arena pemilihan rektor. Kini, ia menawarkan gagasannya untuk memimpin kampus yang telah membentuknya menjadi pribadi dan akademisi yang seperti sekarang. Proses pemilihan rektor menjadi momen berharga bagi seluruh pemangku kepentingan Unila untuk mengevaluasi dan membandingkan ide-ide calon rektor tentang masa depan kampus.
Bagi Hamzah, pencalonan ini merupakan bagian dari perjalanan panjangnya bersama Unila. Dari ruang kuliah hingga menjadi pemimpin dalam pengendalian internal, ia kini siap untuk mengambil tanggung jawab lebih besar sebagai rektor.
Komitmen untuk Mewujudkan Visi Unila
Dalam setiap gagasan yang diusung, Hamzah menegaskan bahwa universitas harus berperan sebagai pusat pengetahuan dan solusi atas permasalahan masyarakat. Ia berkomitmen untuk memastikan bahwa hasil riset dan inovasi dari Unila dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, tidak hanya terbatas pada ruang akademik.
Gagasan ini sejalan dengan bidang kajian yang menjadi fokus perhatian Hamzah, termasuk hukum adat, pertanahan, perlindungan konsumen, dan tata kelola ekonomi. Ia ingin mendorong kolaborasi antara akademisi dan masyarakat untuk menciptakan solusi yang relevan dan aplikatif.
Menuju Pemilihan Rektor yang Kompetitif
Dengan pengalaman yang dimiliki dan visi yang jelas, Hamzah kini bersiap untuk menghadapi proses pemilihan rektor Unila. Ia berharap dapat bersaing dengan para calon lainnya dan menunjukkan kepada seluruh civitas akademika bahwa ia adalah pilihan terbaik untuk memimpin Unila ke arah yang lebih baik.
Proses pemilihan ini bukan hanya tentang siapa yang akan terpilih, tetapi juga tentang bagaimana gagasan dan visi dari masing-masing calon dapat membawa Unila menuju masa depan yang lebih cerah. Dengan semangat “Unila Berani,” Hamzah siap menjawab tantangan dan berkontribusi lebih untuk almamaternya.
