Koramil 1301-09 Tabukan Selatan Berperan Aktif dalam Penanaman Mangrove di Palareng

Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir, berbagai pihak berkolaborasi untuk melakukan tindakan nyata. Salah satu contoh komitmen tersebut ditunjukkan oleh Koramil 1301-09 Tabukan Selatan yang berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon mangrove di Palareng. Kegiatan ini dilaksanakan oleh LPM PARPEM Sinode GMIST bersama dengan pemerintah, jemaat, masyarakat, serta mitra pelayanan pada Selasa, 15 September 2026. Lokasi kegiatan ini berada di pesisir Pantai Kampung Palareng, Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Pentingnya Kegiatan Penanaman Mangrove
Kegiatan yang bertema “Menanam Iman, Menjaga Ciptaan, Mewariskan Kehidupan” ini mencerminkan kepedulian kolektif terhadap kelestarian lingkungan, terutama di kawasan pesisir yang memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat lokal. Penanaman mangrove tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam menjaga ekosistem pesisir yang semakin terancam oleh berbagai faktor.
Partisipasi Koramil 1301-09 Tabukan Selatan
Dalam kegiatan ini, Koramil 1301-09 Tabukan Selatan diwakili oleh Plh Danramil Serka Zet Masuneneng. Kehadiran TNI AD dalam acara ini menunjukkan sinergi antara institusi militer dan masyarakat dalam mendukung kegiatan sosial serta pelestarian lingkungan di wilayah binaan mereka. Hal ini penting untuk membangun kesadaran akan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Rangkaian Kegiatan yang Inspiratif
Rangkaian acara diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Ketua Umum Sinode GMIST, Pdt. Dr. Welman Boba. Dalam ibadah tersebut, Pdt. Clementi E. Oleng, M.Th, selaku Sekretaris Umum Sinode GMIST, memberikan sambutan yang menginspirasi diikuti dengan ucapan terima kasih dari Sekretaris Resort Tabukan Selatan, Pdt. Theodor Tapadongko, S.Teol. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar aksi fisik, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang mendalam.
Kolaborasi Berbagai Unsur Masyarakat
Setelah rangkaian ibadah, seluruh peserta bersama-sama melakukan penanaman mangrove di kawasan pesisir Pantai Palareng. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, termasuk pemerintah kecamatan, TNI-Polri, pimpinan gereja, jemaat, masyarakat, serta mitra pelayanan. Sinergi ini mencerminkan kekuatan kolaboratif dalam menjaga lingkungan hidup, yang sangat dibutuhkan untuk menciptakan dampak yang lebih besar.
- Peran aktif TNI dalam pelestarian lingkungan.
- Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan sosial.
- Sinergi antara lembaga pemerintah dan organisasi keagamaan.
- Fokus pada ekosistem pesisir yang rentan.
- Komitmen bersama untuk generasi mendatang.
Pesan Moral dari Kegiatan
“Penanaman mangrove ini adalah lebih dari sekadar upaya penghijauan, tetapi juga merupakan bagian dari kepedulian kita untuk menjaga ekosistem pesisir bagi generasi yang akan datang,” jelas Masuneneng. Pesan ini sangat relevan mengingat kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab.
Keberhasilan Kegiatan
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 14.45 WITA dengan situasi yang aman, tertib, dan kondusif. Hal ini menunjukkan bahwa dengan kerjasama yang baik, setiap kegiatan sosial dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang signifikan bagi lingkungan dan masyarakat.
Manfaat Penanaman Mangrove
Penanaman mangrove memiliki banyak manfaat, antara lain:
- Membantu mengurangi erosi pantai.
- Menjadi habitat bagi berbagai spesies ikan dan burung.
- Membantu memfilter polutan dari air.
- Mendukung keberagaman hayati di ekosistem pesisir.
- Meningkatkan kualitas udara melalui proses fotosintesis.
Dengan demikian, kegiatan penanaman mangrove ini tidak hanya sekadar aksi menanam, tetapi merupakan langkah strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu-isu lingkungan yang mendesak. Kerjasama antara Koramil 1301-09 Tabukan Selatan dan berbagai elemen masyarakat menjadi contoh yang baik untuk diikuti dalam upaya pelestarian lingkungan.
Kesimpulan dan Harapan
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat membuka kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan hidup, khususnya di kawasan pesisir yang memiliki peran kritis. Keberlanjutan aktivitas serupa di masa depan akan sangat bergantung pada komitmen bersama dari seluruh pihak untuk terus menjaga dan melestarikan sumber daya alam yang ada. Dengan demikian, generasi mendatang dapat menikmati lingkungan yang lebih bersih dan sehat.




