Gubernur Jatim Luncurkan Revitalisasi Fasilitas Pendidikan di SMKN 1 Jombang

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Gubernur Khofifah Indar Parawansa memperkuat infrastruktur pendidikan melalui langkah-langkah strategis yang dilakukan. Kabupaten Jombang, menjadi salah satu wilayah yang merasakan manfaat signifikan dari upaya ini.
Revitalisasi Fasilitas Pendidikan di SMKN 1 Jombang
SMKN 1 Jombang menjadi saksi peresmian hasil revitalisasi, rehabilitasi, dan pembangunan sarana prasarana untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta yang dilakukan oleh Gubernur Khofifah pada Rabu, 11 Maret 2026. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada proses belajar mengajar yang terjadi di sekolah tersebut.
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menyentuh aspek-aspek paling dasar namun sangat penting dalam proses belajar mengajar. Ia menekankan bahwa revitalisasi dan rehabilitasi ini mencakup perbaikan ruang kelas, laboratorium, sanitasi, hingga fasilitas praktikum yang dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Investasi Pendidikan di Kabupaten Jombang
Di Kabupaten Jombang, tercatat sebanyak 17 lembaga pendidikan telah menerima bantuan fisik ini dengan total anggaran mencapai Rp 13,9 Miliar. Diharapkan, investasi besar ini dapat berbanding lurus dengan capaian akademik maupun non-akademik siswa. “Saya berharap dengan adanya program ini bisa mendukung proses belajar mengajar di sekolah, sehingga bisa memacu prestasi-prestasi yang luar biasa ke depannya,” harap Gubernur Khofifah.
Apresiasi dari Bupati Jombang
Bupati Jombang, Warsubi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Gubernur Jawa Timur atas perhatian besar terhadap dunia pendidikan di daerah ini. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Gubernur Jawa Timur atas dukungan dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui revitalisasi dan pembangunan sarana prasarana ini,” ujar Warsubi.
Menurut Bupati Warsubi, perbaikan fasilitas pendidikan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bukti komitmen dalam menyiapkan generasi muda yang unggul, berkualitas, dan kompeten. Ia menyoroti penguatan sarana bagi pendidikan vokasi (SMK). Di era digital ini, keselarasan antara fasilitas sekolah dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri adalah hal yang mutlak.
“Penguatan sarana prasarana di SMK sangat penting agar proses pembelajaran semakin selaras dengan kebutuhan industri. Ini adalah langkah nyata kita dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” tambah Bupati Warsubi.



