slot depo 10k slot depo 10k
Asahan-Labuhanbatu

Oprit Licin, Warga Sergai-Batu Bara Mengeluh, Kadis PUTR Abdul Rahman Purba Berikan Penjelasan

Di tengah meningkatnya keluhan dari masyarakat mengenai kondisi jalan penghubung jembatan, oprit yang licin menjadi perhatian utama warga di kawasan Sergai dan Batu Bara. Terutama saat musim hujan, banyak pengendara yang merasa khawatir dan resah ketika melintasi area tersebut. Masalah ini tidak hanya mempengaruhi kenyamanan, tetapi juga keselamatan pengguna jalan.

Kondisi Oprit yang Memprihatinkan

Oprit yang menghubungkan jembatan tersebut, yang dibangun dengan ketinggian lebih dari dua meter dari permukaan jalan, didesain untuk memberikan ruang bagi perahu nelayan yang berlayar di bawahnya. Namun, tanpa adanya lapisan aspal, oprit yang hanya ditimbun dengan tanah kuning menjadi sangat licin ketika hujan turun.

Hal ini berakibat fatal bagi pengendara, terutama bagi mereka yang menggunakan sepeda motor matic, anak-anak sekolah, dan ibu-ibu rumah tangga. Banyak dari mereka mengalami kecelakaan kecil akibat terpeleset saat melintasi jalur berbahaya ini.

Pengalaman Warga

M Saragih, seorang warga setempat, menuturkan bahwa tingginya jembatan dan kondisi oprit yang tidak diaspal adalah penyebab utama terjadinya insiden tersebut. “Saat hujan, banyak yang jatuh, terutama anak-anak sekolah dan ibu-ibu, karena tanjakan menuju jembatan sangat licin. Jalannya hanya tanah kuning, sehingga sangat berbahaya,” ungkapnya.

Yanti, seorang pengguna jalan dari Batu Bara yang sering melintasi ke arah Tebing Tinggi, berbagi pengalamannya. “Saya selalu ekstra hati-hati ketika melewati sini, terutama jika membawa banyak barang. Jalannya licin dan menanjak. Saya pernah hampir terjatuh,” ujarnya dengan nada cemas.

Pihak Desa Berupaya Memperbaiki

Kepala Desa Kayu Besar, Oloan Sirait, menjelaskan bahwa pihak desa telah berupaya melakukan perbaikan pada oprit tersebut dengan menimbun batu dan pasir. Namun, usaha ini sering kali tidak bertahan lama. “Kami sudah mencoba menimbunnya dengan batu dan pasir, tetapi ketika hujan deras, semua itu hilang. Ditambah lagi, kendaraan besar yang melintas seringkali merusak jalan kembali,” jelasnya.

Pandangan dari Dinas PUTR

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Serdang Bedagai, Abdul Rahman Purba, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan perbaikan kepada Dinas PUPR Sumatera Utara. “Surat permohonan perbaikan sudah kami kirimkan dan telah mendapatkan respon. Namun, kami masih menunggu waktu pasti untuk pelaksanaan perbaikan,” paparnya.

Harapan Warga untuk Perbaikan Segera

Warga di kedua kabupaten ini sangat berharap agar perbaikan jalan dapat segera dilakukan. Mengingat oprit ini merupakan akses penting bagi kegiatan ekonomi dan mobilitas masyarakat, mereka mengharapkan perhatian lebih dari pihak berwenang untuk mengatasi masalah ini secepat mungkin.

Berbagai insiden yang terjadi akibat oprit licin ini tidak boleh dianggap remeh. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama, terutama bagi mereka yang setiap hari melintasi jalur ini dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pentingnya Keselamatan Jalan

Saat ini, oprit yang licin telah menjadi masalah yang perlu ditangani secara serius. Beberapa langkah yang bisa diambil untuk meningkatkan keselamatan di area tersebut antara lain:

  • Pemasangan lapisan aspal pada oprit untuk mengurangi licin.
  • Pembuatan rambu-rambu peringatan yang jelas untuk pengguna jalan.
  • Pemeliharaan rutin oleh pihak berwenang untuk menjaga kondisi jalan.
  • Penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya melintasi jalan dalam kondisi hujan.
  • Monitoring intensif terhadap kondisi jalan dan tindakan cepat apabila terjadi kerusakan.

Dengan tindakan yang tepat, diharapkan kondisi oprit bisa diperbaiki dan tidak lagi menjadi sumber kecelakaan bagi warga. Ini adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan dalam berlalu lintas.

Back to top button