Pelindo Luncurkan Layanan Onshore Power Supply di Tanjung Priok untuk Transformasi Green Port

Pelindo, sebagai salah satu pelopor dalam industri pelabuhan Indonesia, mengumumkan peluncuran layanan Onshore Power Supply (OPS) pada Rabu, 16 September, di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Dengan kapasitas 500 kVA, fasilitas ini memungkinkan kapal yang bersandar untuk mendapatkan pasokan listrik dari darat, sehingga penggunaan mesin bantu (auxiliary engine) dapat diminimalkan. Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif untuk menjadikan pelabuhan lebih ramah lingkungan dan efisien.
Partisipasi Stakeholder Kunci
Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh berbagai perwakilan dari instansi pemerintah, termasuk Kementerian Perhubungan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok. Selain itu, turut hadir juga perwakilan dari Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Asosiasi Pemilik Kapal (INSA), PT PLN (Persero), dan jajaran manajemen Pelindo Group. Kehadiran mereka menandakan dukungan yang kuat terhadap inisiatif ini.
Pernyataan dari Pemimpin KSOP
Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Capt. Heru Susanto M.M., menyatakan, “Kami yakin bahwa implementasi OPS di Pelabuhan Tanjung Priok akan menjadi praktik terbaik dan bagian dari transformasi pelabuhan di Indonesia menuju arah yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan.” Pernyataan ini menegaskan harapan untuk menjadikan pelabuhan sebagai model bagi pelabuhan lain dalam hal keberlanjutan.
Menuju Green Port
Pengoperasian layanan OPS adalah salah satu langkah strategis Pelindo untuk mendorong perubahan menuju konsep green port di Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) saat kapal bersandar, penggunaan listrik dari darat berpotensi mengurangi jam operasional mesin bantu, kebutuhan pemeliharaan, serta emisi gas buang, kebisingan, dan getaran di area dermaga.
Pernyataan Direktur Utama Pelindo
Achmad Muchtasyar, Direktur Utama Pelindo, mengungkapkan bahwa pengembangan OPS adalah bagian dari upaya perusahaan untuk membangun ekosistem pelabuhan yang lebih hijau dan efisien. “Kami siap menghadapi perkembangan standar industri maritim global,” tambahnya, menekankan pentingnya adaptasi pada perubahan zaman.
Transformasi Energi dan Efisiensi
Achmad juga menegaskan bahwa OPS bukan sekadar penggantian sumber listrik dari genset ke listrik darat. “Ini adalah langkah konkret menuju transformasi Pelabuhan Tanjung Priok menjadi green port, dengan menghadirkan sumber energi yang lebih efisien, bersih, dan andal,” ujarnya. Ia menekankan bahwa tujuan utama adalah menciptakan ekosistem pelabuhan yang tidak hanya produktif tetapi juga berkelanjutan.
Peran PT PLN (Persero)
Pengembangan OPS ini didukung oleh PT PLN (Persero) dalam rangka kolaborasi untuk menyediakan ekosistem kelistrikan yang handal demi mendukung transisi energi di kawasan pelabuhan. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menekankan, “PLN siap mendukung transformasi sektor kepelabuhanan dengan menyediakan pasokan listrik yang andal untuk kapal yang bersandar.” Dengan kolaborasi ini, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta mengoptimalkan kegiatan pelabuhan sambil mengurangi emisi yang dihasilkan.
Skema Kerja OPS
OPS beroperasi melalui skema shore-to-ship power, di mana ketika kapal bersandar dan terhubung dengan fasilitas OPS, kebutuhan listrik kapal seperti hotel load, reefer, pompa, dan operasional lainnya akan dipasok melalui jaringan listrik darat. Dengan demikian, mesin bantu kapal dapat dimatikan selama penggunaan OPS, yang berkontribusi pada pengurangan emisi.
Pengaruh terhadap Emisi Gas Buang
Hasil pengujian menunjukkan bahwa penerapan OPS dapat mengurangi emisi gas buang kapal hingga 75 persen. Emisi lokal dari cerobong kapal, seperti nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx), dan partikel-partikel berbahaya lainnya, juga dapat dihilangkan saat kapal sepenuhnya menggunakan pasokan listrik dari darat. Ini merupakan langkah signifikan dalam upaya mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas pelabuhan.
Manfaat Jangka Panjang untuk Industri Maritim
Dengan adanya layanan OPS, Pelindo tidak hanya berkontribusi terhadap perbaikan kualitas lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan. Ini memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pemangku kepentingan di industri maritim. Dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, pelabuhan akan lebih siap menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.
Ruang Lingkup Penerapan di Pelabuhan Lain
Keberhasilan implementasi layanan OPS di Tanjung Priok dapat menjadi model untuk pelabuhan-pelabuhan lain di Indonesia. Dengan menyebarluaskan praktik terbaik ini, diharapkan pelabuhan lain juga dapat mengadopsi teknologi serupa untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan. Hal ini akan membantu Indonesia dalam mencapai target keberlanjutan yang lebih ambisius di sektor maritim.
Kesimpulan: Langkah Menuju Masa Depan yang Berkelanjutan
Peluncuran layanan Onshore Power Supply di Pelabuhan Tanjung Priok adalah tonggak penting dalam perjalanan transformasi menuju green port. Dengan dukungan dari berbagai pihak, inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan industri maritim secara keseluruhan. Melalui langkah-langkah konkret ini, Pelindo menunjukkan komitmennya untuk menghadapi tantangan keberlanjutan yang ada di depan.