kpkgg

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

Berita Hari IniKabupaten JombangPendidikanPeristiwaperundungan

Disdikbud Jombang Tingkatkan Program BSAN untuk Mencegah Perundungan di Sekolah

Di era pendidikan modern, perundungan di sekolah menjadi isu yang semakin mendapat perhatian. Tidak hanya berdampak pada kenyamanan siswa, tetapi juga pada kualitas belajar mereka. Untuk menghadapi tantangan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang meluncurkan program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan siswa tanpa adanya ancaman perundungan.

Pembukaan Program BSAN di Jombang

Acara peluncuran program BSAN dilaksanakan di SMPN 3 Jombang, yang dipimpin oleh Sekretaris Disdikbud Jombang, Abdul Majid. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) di Jawa Timur pada Selasa, 22 September 2026. Peluncuran ini menandakan langkah serius dalam menangani masalah perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah.

Tujuan Program BSAN

Implementasi program BSAN di Jombang bertujuan untuk mencegah dan menangani masalah keamanan serta kenyamanan siswa di sekolah, dengan fokus utama pada perundungan dan kekerasan. Eko Sisprihantono, Kepala Bidang SMP Disdikbud Jombang, menjelaskan bahwa melalui program ini, mereka tidak hanya ingin menangani kasus yang sudah terjadi, tetapi lebih kepada melakukan langkah-langkah preventif agar masalah tersebut tidak terulang.

Pentingnya Keterlibatan Semua Pemangku Kepentingan

Eko menekankan bahwa keberhasilan penerapan budaya sekolah yang aman dan nyaman sangat bergantung pada keterlibatan semua pemangku kepentingan. Hal ini berarti bahwa tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman tidak hanya berada di tangan sekolah atau Disdikbud, tetapi juga melibatkan orang tua, masyarakat, dan pemerintah daerah.

  • Bupati sebagai penanggung jawab utama
  • Sekretaris Daerah sebagai ketua pelaksana
  • Kelompok kerja untuk pelaksanaan harian
  • Peran aktif dari orang tua
  • Keterlibatan masyarakat sekitar

Koordinasi dalam Menangani Masalah Hukum

Eko juga menyampaikan bahwa tidak semua masalah yang dihadapi siswa dapat diselesaikan di tingkat sekolah. Beberapa masalah yang berkaitan dengan hukum memerlukan koordinasi dengan tim di tingkat kabupaten. “Jika ada persoalan yang bisa diselesaikan di tingkat sekolah, kami akan menyelesaikannya di sana. Namun, jika tidak, kami akan berkoordinasi dengan tim BSAN untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Strategi Sekolah dalam Menciptakan Lingkungan Aman

Wiwik Astutik, Kepala SMPN 3 Jombang, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerapkan berbagai strategi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa. Salah satu langkah awal yang diambil adalah dengan melakukan penandatanganan kesepakatan kelas yang melibatkan siswa dan guru secara kolaboratif.

  • Kesepakatan kelas yang melibatkan semua pihak
  • Pendidikan tentang kekerasan fisik dan verbal
  • Relasi positif antar siswa sebagai prioritas
  • Sosialisasi dengan pihak kepolisian terkait intoleransi
  • Pembiasaan budaya senyum, sapa, dan salam

Pentingnya Edukasi Mengenai Perundungan

Di luar penerapan kesepakatan kelas, SMPN 3 Jombang juga memberikan edukasi kepada siswa mengenai berbagai bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal. Edukasi ini bertujuan agar siswa dapat mengenali dan mencegah perilaku yang dapat merugikan mereka dan teman-teman mereka.

“Kami telah melakukan sosialisasi bersama Densus 88 mengenai isu intoleransi dan perundungan. Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada siswa untuk mengenali perilaku yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan di sekolah,” tambah Wiwik.

Budaya Positif di Sekolah

Pembuatan budaya aman dan nyaman juga diupayakan melalui kebiasaan sehari-hari yang sederhana, seperti senyum, sapa, dan salam (3S). Kebiasaan ini terbukti efektif dalam memperkuat hubungan positif antara siswa dan guru, serta menciptakan suasana yang lebih akrab di sekolah.

Menjaga Komunikasi yang Baik

Wiwik menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang baik di antara siswa. Jika terjadi masalah antar siswa, pihak sekolah lebih mengutamakan pendekatan kekeluargaan dan kolaboratif. “Kami tidak selalu menggunakan sanksi. Jika ada permasalahan, kami akan melibatkan orang tua dan duduk bersama untuk mencari solusi yang terbaik,” jelasnya.

Peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Disdikbud Jombang berkomitmen untuk terus mendukung program BSAN dengan berbagai inisiatif dan pelatihan bagi guru dan tenaga pendidik. Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan program ini dapat berjalan dengan efektif dan berkelanjutan.

Monitoring dan Evaluasi Program

Untuk memastikan efektivitas program BSAN, dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Hal ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari program serta mencari cara untuk meningkatkan implementasi di lapangan. “Kami akan terus memantau perkembangan dan hasil dari program ini untuk memastikan bahwa setiap siswa merasa aman dan nyaman saat belajar,” ungkap Eko.

Kesimpulan

Dengan peluncuran program BSAN, Disdikbud Jombang menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa. Melalui keterlibatan semua pihak, diharapkan perundungan dan kekerasan di sekolah dapat diminimalisir. Dengan langkah-langkah preventif dan edukasi yang tepat, masa depan pendidikan yang lebih baik di Jombang bukanlah hal yang mustahil.

Related Articles

Back to top button