Bobby Nasution Utamakan Nias dalam Musrembang RKPD 2027 Melalui Enam Basis Pembangunan

Dalam rangka mencapai kemajuan yang berkelanjutan dan merata di Provinsi Sumatera Utara, Gubernur Bobby Nasution telah menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pembangunan di Kepulauan Nias melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027. Musrenbang merupakan forum strategis untuk merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah, yang bertujuan untuk menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan masyarakat.
Enam Basis Utama Pembangunan Daerah
Dalam Musrenbang RKPD ini, Bobby Nasution mengidentifikasi enam basis utama yang akan menjadi fokus pembangunan. Keenam basis tersebut adalah:
- Akselerasi pertumbuhan berkualitas
- Peningkatan produktivitas
- Peningkatan investasi
- Pengembangan industri berbasis potensi daerah
- Penguatan daya saing daerah
- Pemulihan pascabencana
Setiap poin di atas mencerminkan langkah strategis yang akan diambil untuk memastikan bahwa setiap aspek pembangunan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat di seluruh Sumatera Utara, khususnya di Kepulauan Nias.
Fokus Utama: Kepulauan Nias
Saat membuka Musrenbang RKPD di Hotel Santika Dyandra, Medan, pada tanggal 22 April 2026, Bobby menyatakan bahwa perhatian khusus akan diberikan kepada Kepulauan Nias. Ia menjelaskan bahwa percepatan pembangunan di kawasan ini merupakan langkah penting untuk mengurangi kesenjangan yang ada antara wilayah-wilayah di Sumatera Utara.
“Ini adalah solusi yang harus kita terapkan. Salah satunya adalah pembangunan di Kepulauan Nias yang akan kami prioritaskan di tahun 2027,” ungkap Bobby dengan tegas.
Klaster Pembangunan di Kepulauan Nias
Untuk mendukung pengembangan di Kepulauan Nias, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menetapkan tiga klaster pembangunan yang akan menjadi fokus utama. Klaster-klaster tersebut mencakup:
- Kawasan Produksi
- Logistik
- Pariwisata
Dengan penetapan klaster ini, diharapkan kegiatan ekonomi dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal.
Pembangunan Infrastruktur Logistik
Salah satu aspek krusial dalam klaster logistik adalah pengembangan infrastruktur yang memadai. Bobby menjelaskan bahwa upaya membangun fasilitas pergudangan logistik, termasuk cold storage, akan menjadi prioritas. “Jalur logistik ini sangat penting. Kami akan membangun pergudangan dan cold storage untuk menyimpan barang-barang di satu titik,” jelasnya.
Ekspansi Program Pembangunan
Rencana pembangunan tahun 2027 bukanlah langkah awal, melainkan fase ekspansi dari program-program yang telah dimulai pada tahun 2025. Bobby berharap bahwa langkah ini dapat memberikan dampak berkelanjutan hingga tahun 2029, yang akan membawa perubahan signifikan bagi masyarakat.
Pendidikan Gratis untuk Kepulauan Nias
Salah satu kebijakan yang akan diterapkan adalah pendidikan gratis. Program ini akan dimulai pada tahun ajaran baru 2026, dengan fokus pada Kepulauan Nias dan wilayah-wilayah yang terdampak bencana. “Perencanaan untuk pendidikan gratis ini mencakup seluruh sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan sekolah luar biasa di Kepulauan Nias, tanpa biaya iuran apapun,” ujar Bobby.
Keberanian untuk melarang komite-komite yang meminta sumbangan di sekolah-sekolah ini juga menjadi bagian dari upaya untuk memastikan akses pendidikan yang adil dan tanpa beban finansial bagi orang tua siswa.
Inisiatif di Sektor Kesehatan
Di sektor kesehatan, Pemprov Sumut juga meluncurkan beasiswa bagi calon dokter spesialis, yang akan diprioritaskan untuk ditempatkan di Kepulauan Nias. Saat ini, ada 18 dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialis di Universitas Sumatera Utara, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan layanan kesehatan di daerah tersebut.
Penilaian Pembangunan oleh Menteri Dalam Negeri
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, turut memberikan perhatian pada indikator pembangunan di Sumatera Utara. Ia menyatakan bahwa meskipun terdapat tren positif dalam indikator-indikator pembangunan, pemerataan masih perlu ditingkatkan. Tito juga menyoroti capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumut yang berada di atas rata-rata nasional.
“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan kualitas hidup masyarakat di Sumut, termasuk dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Dengan nilai IPM Sumut yang mencapai 76,47, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan angka nasional yang hanya 75,90, menunjukkan kualitas sumber daya manusia di Sumut relatif baik,” terang Tito.
Kehadiran Para Pemangku Kepentingan
Musrenbang RKPD 2027 ini juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti, Wakil Gubernur Sumut Surya, serta Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap. Kehadiran para bupati dan walikota dari seluruh Sumatera Utara menandakan komitmen bersama untuk mencapai tujuan pembangunan yang telah ditetapkan.
Dengan segala langkah yang diambil, Bobby Nasution berupaya memastikan bahwa Nias dan seluruh daerah di Sumatera Utara mendapatkan perhatian yang layak dalam proses pembangunan. Upaya ini diharapkan tidak hanya membawa perubahan fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.




