Rumah Singgah Pemprov Banten Bantu Pasien Tanpa Harus Bolak-Balik Jakarta-Banten

Bagi pasien asal Banten yang sedang menerima perawatan medis di Jakarta, perjalanan bolak-balik antara dua wilayah ini bisa menjadi beban yang berat baik dari sisi waktu maupun biaya. Sangat disayangkan jika energi dan biaya yang bisa dialokasikan untuk proses penyembuhan harus terkuras untuk urusan transportasi. Oleh karena itu, hadirnya Rumah Singgah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten di Jakarta menjadi penyelesaian cerdas yang sangat membantu. Tempat peristirahatan sementara ini disediakan secara gratis bagi pasien dan pendamping mereka selama menjalani perawatan.
Informasi Tentang Rumah Singgah Pemprov Banten
Informasi mengenai Rumah Singgah Pemprov Banten di Jakarta telah mulai diketahui oleh masyarakat luas. Salah satu sumber informasi paling efektif adalah media sosial yang dikelola oleh Gubernur Banten, Andra Soni. Kehadiran rumah singgah ini bukan hanya menjadi solusi untuk masalah transportasi, tetapi juga memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi pasien dan pendampingnya selama menjalani perawatan di Jakarta.
Pengalaman Pasien di Rumah Singgah
Seorang warga Cikande, Kabupaten Serang, Haris Sudianto, yang saat ini mendampingi istrinya menjalani pengobatan kanker di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, berbagi pengalaman positifnya dengan Rumah Singgah. Haris mengungkapkan bahwa ia pertama kali mengetahui fasilitas ini melalui media sosial Gubernur Andra Soni. Dia merasa sangat terbantu oleh keberadaan rumah singgah ini, mengingat istrinya harus menjalani pengobatan rutin yang melibatkan radioterapi dan kemoterapi.
Sebelum mengetahui adanya rumah singgah, Haris harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk pulang-pergi dari Cikande ke Jakarta. “Sekali pulang-pergi bisa sampai Rp500 ribu hanya untuk ongkos. Kalau seminggu tiga sampai empat kali, sangat berat,” ungkapnya.
Lokasi dan Fasilitas Rumah Singgah
Rumah Singgah Pemprov Banten berlokasi di Jalan Tebet Timur Raya Nomor 51, Tebet, Jakarta Selatan. Tempat ini disediakan secara gratis bagi warga Banten, khususnya pasien yang sedang menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan nasional atau rumah sakit lainnya di Jakarta.
Rumah Singgah ini pertama kali diresmikan oleh Gubernur Banten, Andra Soni, pada 3 Maret 2025. Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat Banten yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan di Jakarta.
Mengakomodasi Kebutuhan Pasien
Rumah Singgah ini bisa menampung hingga 20 pasien atau sekitar 40 orang jika termasuk pendamping pasien. Selain menyediakan tempat tinggal sementara, rumah singgah ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk menunjang kebutuhan pasien. Fasilitas tersebut meliputi:
- Tabung oksigen
- Kursi roda
- Tempat tidur
- Perlengkapan kebersihan dasar
Di samping itu, pasien juga mendapatkan layanan makan dengan standar gizi yang diperhatikan, termasuk daging, sayur, buah, susu, dan makanan ringan. Bahkan, Pemprov Banten juga menyediakan layanan antar-jemput pasien dari rumah singgah ke rumah sakit dan sebaliknya.
Transportasi dan Pelayanan di Rumah Singgah
Untuk memfasilitasi transportasi pasien, Rumah Singgah menyediakan dua mobil operasional dan satu ambulans. Ambulans diprioritaskan bagi pasien yang tidak bisa duduk, sementara mobil operasional digunakan untuk mengangkut beberapa pasien sekaligus yang menjalani kontrol di rumah sakit.
Testimoni Pasien Mengenai Rumah Singgah
Jabidi, seorang pedagang sate keliling asal Cikupa, Kabupaten Tangerang, yang saat ini sedang menjalani pengobatan sinusitis di RSCM Jakarta, mengaku telah memanfaatkan fasilitas rumah singgah selama enam bulan sejak Oktober 2025. Menurutnya, sebelum mengetahui keberadaan rumah singgah, dirinya harus menempuh perjalanan jauh dari Cikupa ke Jakarta dengan mengandalkan transportasi umum dalam kondisi tubuh yang sedang sakit. “Alhamdulillah, sangat membantu. Di sini ada tempat tinggal, makan, dan kendaraan untuk antar ke rumah sakit,” ujar Jabidi.
Upaya Peningkatan Fasilitas Rumah Singgah
Ke depannya, Pemprov Banten berencana meningkatkan fasilitas rumah singgah. Beberapa peningkatan yang direncanakan termasuk penambahan ruang cuci pakaian, dapur, serta area jemur, agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal. “Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan masyarakat, yang sedang kami dorong ingin menyediakan dapur dan ruang menjemur pakaian bagi pendamping pasien,” tutur Ika Sri Erika, Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Banten.




