Penegasan SPPG Nusantara 1 Mengenai Informasi Penolakan Menu MBG di SMAN 1 Labuhan Haji: Tidak Ada Penolakan dari Sekolah Bersangkutan

Informasi mengenai penolakan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Labuhan Haji yang beredar di masyarakat mendapat penegasan dari Kepala SPPG Nusantara 1. Berbagai klarifikasi diberikan sebagai upaya untuk meredam kontroversi yang muncul.
Klarifikasi Terkait Informasi Beredar
SPPG Nusantara 1 mengakui bahwa video yang beredar memang tidak palsu. Namun, mereka menegaskan bahwa konten video tersebut tidak bisa dijadikan dasar bahwa ada penolakan resmi dari pihak sekolah terhadap menu MBG yang disajikan.
Pada kenyataannya, terdapat sejumlah keluhan terkait menu yang dirasa tidak sesuai harga. Hal ini menurut SPPG, adalah hal yang normal dan mereka sangat menghargai setiap kritik dan saran yang datang dari berbagai pihak.
Upaya Transparansi SPPG Nusantara 1
Dalam rangka transparansi, SPPG Nusantara 1 telah mengadakan pertemuan dengan guru SMAN 1 Labuhan Haji serta UMKM yang menjadi penyedia roti dalam menu MBG. Tujuan pertemuan ini adalah agar semua pihak, termasuk perwakilan siswa, bisa melihat langsung proses penyediaan menu.
“Alhamdulillah, pertemuan berjalan dengan lancar dan semua pihak bisa memahami secara umum terkait menu yang disediakan,” ujar pengelola SPPG.
Penegasan dari Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Labuhan Haji
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Labuhan Haji, Saiful Rahman, juga menegaskan bahwa informasi penolakan program MBG oleh sekolah tidak sepenuhnya akurat.
Ia menjelaskan bahwa dalam pertemuan bersama para guru, telah disepakati bahwa alokasi MBG untuk siswa SMA sementara dialihkan kepada pondok pesantren dan PA terdekat selama bulan Ramadan.
“Kesepakatan ini diambil sebagai niat ibadah di bulan Ramadan, sekaligus untuk membantu kelancaran dan keberkahan bagi para siswa,” ungkap Saiful Rahman.
Kesediaan SPPG Nusantara 1 Menerima Kritik dan Saran
SPPG Nusantara 1 menegaskan kesiapan mereka untuk menerima kritik dan saran dari masyarakat. Namun, mereka berharap informasi yang beredar di masyarakat bisa dikonfirmasi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.




