Wakil Menteri Perhubungan Prioritaskan Keselamatan Angkutan Lebaran Sebagai Fokus Utama

Seiring dengan mendekatnya musim mudik Lebaran, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan telah menegaskan komitmennya untuk menjamin kelancaran dan keamanan transportasi kereta api. Melalui peningkatan koordinasi operasional, peningkatan layanan penumpang, dan kesiapan sarana prasarana, harapannya adalah untuk memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman dan aman bagi masyarakat.

Keselamatan Angkutan Lebaran: Prioritas Utama

Wakil Menteri Perhubungan Suntana yang bertindak sebagai pembina dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Angkutan Lebaran 2026, menekankan bahwa keselamatan selama periode Lebaran adalah hal yang tidak bisa ditawar. Acara tersebut diadakan di halaman Stasiun Gambir, Jakarta, dan merupakan bagian dari upaya persiapan dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama musim mudik dan arus balik Lebaran.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pejabat dari Kementerian Perhubungan, perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta jajaran direksi dan manajemen KAI dan personel operasional yang akan bertugas selama angkutan Lebaran.

Persiapan untuk Lonjakan Mobilitas Masyarakat

Suntana menyatakan bahwa apel gelar pasukan adalah momen yang tepat untuk memastikan kesiapan seluruh elemen penyelenggara transportasi dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran. Seluruh sarana dan prasarana harus dalam kondisi siap pakai, dan pemeriksaannya harus dilakukan secara detail. Keamanan jalur, stasiun, dan perlintasan sebidang juga harus mendapatkan perhatian khusus.

Personel juga diingatkan untuk selalu siap memberikan pelayanan yang responsif dan humanis sehingga perjalanan masyarakat selama angkutan Lebaran dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Angkutan Lebaran 2026: Berlangsung Selama 22 Hari

Menurut Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, masa angkutan Lebaran 2026 berlangsung selama 22 hari, mulai dari 11 Maret hingga 1 April 2026. Selama periode ini, KAI akan menggelar Posko Angkutan Lebaran selama 18 hari, yaitu pada 13-30 Maret 2026.

Kapasitas angkut KAI Group selama periode ini diperkirakan mencapai 61.808.188 pelanggan atau meningkat 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan total frekuensi perjalanan sebanyak 49.866 perjalanan.

Upaya Menjamin Keselamatan dan Kenyamanan Penumpang

Untuk layanan kereta api jarak jauh, KAI menyediakan sekitar 4,5 juta tempat duduk yang secara operasional dapat melayani hingga 5 juta pelanggan. Hal ini didukung dengan penambahan 62 perjalanan kereta api antarkota per hari selama masa angkutan Lebaran.

KAI juga mendukung berbagai program pemerintah selama angkutan Lebaran 2026. Salah satunya adalah program diskon tarif hingga 30 persen untuk lebih dari 1,28 juta tempat duduk ekonomi komersial pada periode 14-29 Maret 2026.

Keselamatan, Prioritas Utama dalam Operasional

Untuk memastikan kelancaran operasional, KAI melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Pemeriksaan tersebut mencakup kesiapan sarana, kondisi jalan rel, sistem keselamatan operasional, serta standar pelayanan minimum pada stasiun dan kereta.

Selain itu, KAI menyiapkan Posko Terpadu Angkutan Lebaran dan menempatkan 3.028 petugas tambahan yang tersebar di berbagai titik pelayanan, pengamanan, kebersihan, serta penjagaan perlintasan sebidang.

Peningkatan Layanan dengan Teknologi Digital

Untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan, KAI juga memperkuat sistem Rail Ticketing System melalui migrasi infrastruktur. Sistem ini dirancang untuk menangani lonjakan transaksi selama periode penjualan tiket Lebaran dengan kapasitas antrean hingga 25.000 transaksi per menit.

KAI juga menghadirkan inovasi layanan perjalanan melalui Kereta Ekonomi Kerakyatan yang dilengkapi pengaturan tempat duduk dengan konfigurasi 3-2 untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan dengan tarif yang tetap terjangkau.

Upaya Meningkatkan Keselamatan Perlintasan Sebidang

KAI terus berupaya meningkatkan keselamatan perjalanan, khususnya di perlintasan sebidang yang jumlahnya lebih dari 3.700 titik di berbagai wilayah operasi. Sepanjang tahun 2025 hingga Februari 2026, KAI bersama para pemangku kepentingan telah melakukan penutupan dan penyempitan 361 perlintasan untuk mengurangi potensi kecelakaan dan menjaga kelancaran perjalanan kereta api.

Penjualan tiket Lebaran untuk layanan kereta api jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI hingga 13 Maret 2026 telah mencapai 2.822.637 tiket dan diperkirakan akan terus meningkat menjelang puncak arus mudik.

Bobby menegaskan kesiapan angkutan Lebaran merupakan hasil kerja bersama seluruh Insan perkeretaapian dan dukungan berbagai pihak. Angkutan Lebaran merupakan momentum mobilitas nasional dengan volume perjalanan yang sangat tinggi. Seluruh persiapan diarahkan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu.

Exit mobile version