PMII Ciamis Sarankan Zakat dari Program MBG, Mendorong Bupati Rilis Imbauan bagi Mitra Yayasan

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ciamis telah memberikan usulan yang cerdas dan inovatif: mengoptimalkan potensi zakat dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Proposal ini muncul dalam pertemuan yang dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah di Kabupaten Ciamis pada 9 Maret 2026.

Peran Penting PMII dan Program MBG

PMII memandang bahwa program MBG memiliki lebih banyak manfaat daripada sekadar meningkatkan kualitas gizi masyarakat. PMII berpendapat bahwa program ini juga dapat menciptakan putaran ekonomi baru melalui mitra yang menyediakan dapur untuk pelaksanaan program.

Husni Mubarok, Ketua PC PMII Ciamis, menjelaskan bahwa aktivitas ekonomi yang dihasilkan oleh program ini memiliki potensi untuk menghasilkan zakat yang signifikan jika dikelola dengan benar. Dia memperkirakan potensi ini bisa mencapai miliaran rupiah setiap tahun.

Husni menekankan perlunya mengelola potensi ini secara sistematis dan transparan melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Kabupaten Ciamis. Dengan pengelolaan yang tepat, manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Potensi Ekonomi dari Program MBG

Program Makan Bergizi Gratis, yang diinisiasi oleh pemerintah pusat, kini beroperasi di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Ciamis. Dalam pelaksanaannya, pemerintah bekerja sama dengan sejumlah mitra atau yayasan yang menyediakan dapur untuk menyiapkan makanan bergizi bagi masyarakat yang ditargetkan.

PMII berpendapat bahwa skema kerjasama ini memiliki potensi untuk menciptakan kegiatan ekonomi baru. Mitra yang menyediakan dapur melakukan kegiatan bisnis yang pada akhirnya menghasilkan keuntungan.

Husni menambahkan, jika keuntungan ini dikenakan kewajiban zakat sebesar 2,5 persen, maka potensi pengumpulan dana zakat bisa sangat signifikan. Menurutnya, optimalisasi zakat dari sektor bisnis ini dapat memperkuat berbagai program sosial, terutama yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Exit mobile version