Perubahan manajemen di PT Agrinas Palma Nusantara menandai babak baru dalam pengembangan perusahaan. Pada tanggal 16 Maret 2026, Mohammad Abdul Ghani diangkat sebagai Direktur Utama, menggantikan posisi sebelumnya dan membawa harapan baru untuk peningkatan kinerja perusahaan. Perombakan ini bukan hanya soal pergantian nama di kursi manajerial, tetapi juga mencerminkan strategi yang lebih besar dalam mencapai tujuan perusahaan di sektor kelapa sawit.
Pentingnya Perubahan Manajemen
Perubahan susunan direksi dan komisaris di PT Agrinas Palma Nusantara didasarkan pada Surat Keputusan Nomor: 172 Tahun 2026 dan Nomor: 067/DI-DAM/DO/2026. Langkah ini diambil untuk memperkuat struktur manajerial perusahaan, dengan tujuan mendukung pengembangan bisnis yang lebih berkelanjutan dan tata kelola yang lebih baik dalam industri kelapa sawit.
Keputusan ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk beradaptasi dengan tantangan pasar yang terus berkembang. Dalam konteks ini, penguatan manajemen menjadi sangat krusial untuk menghadapi berbagai dinamika yang ada di industri, termasuk ketidakpastian yang disebabkan oleh fluktuasi harga dan regulasi yang terus berubah.
Memperkuat Tim Manajemen
Selain penunjukan Mohammad Abdul Ghani sebagai Direktur Utama, perusahaan juga menambah jumlah direksi sebanyak enam anggota baru. Para direktur yang ditambahkan memiliki latar belakang yang kuat dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN), masing-masing dengan keahlian dan kompetensi yang sesuai dengan bidangnya. Hal ini diharapkan dapat membawa perspektif baru dan inovasi dalam pengelolaan perusahaan.
Pembentukan tim manajemen yang beragam ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat basis keputusan berbasis data. Dengan pengalaman yang dimiliki oleh masing-masing anggota direksi, PT Agrinas Palma Nusantara berkomitmen untuk meningkatkan daya saing di pasar global.
Komposisi Direksi Baru
Susunan direksi baru PT Agrinas Palma Nusantara per 16 Maret 2026 adalah sebagai berikut:
- Direktur Utama: Mohammad Abdul Ghani
- Wakil Direktur Utama: Kusdi Sastro Kidjan
- Direktur Bisnis: Nurhidayat
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Sucipto Prayitno
- Direktur Kemitraan dan Plasma: Seger Budiardjo
- Direktur Kepatuhan dan Keberlanjutan: Nofil Anoverta
- Direktur Operasional: Tuhu Bangun
- Direktur Hukum: Nyoman Suparta
- Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum: Memed Kosasih Setia Putra
- Direktur Pemasaran: Mohammad Wais Fansuri
- Direktur Hubungan Kelembagaan: Cucu Somantri
Peningkatan Jumlah Komisaris
Perubahan juga terjadi di jajaran komisaris, di mana jumlah komisaris di PT Agrinas Palma Nusantara kini menjadi enam orang. Salah satu nama yang menonjol dalam susunan komisaris adalah Barita Simanjuntak, yang sebelumnya menjabat sebagai juru bicara Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Pengalamannya sebagai Ketua Komisi Kejaksaan RI dari 2015 hingga 2024 dan Ketua Tim Tenaga Ahli Jaksa Agung pada Oktober 2025 dipandang sebagai aset berharga bagi perusahaan.
Penambahan anggota komisaris ini diharapkan dapat membawa perspektif yang lebih luas dalam pengambilan keputusan strategis serta meningkatkan akuntabilitas perusahaan di mata publik.
Komposisi Komisaris Baru
Berikut adalah susunan Dewan Komisaris PT Agrinas Palma Nusantara:
- Komisaris Utama: R. Wisnoe Prasetija Boedi
- Komisaris Independen: Salamat Simanullang
- Komisaris: Rini Widyastuti
- Komisaris: Meris Wiryadi
- Komisaris: Barita Simanjuntak
- Komisaris: Ramses Lumban Tobing
Kinerja Perusahaan yang Mengesankan
Di tahun pertama operasinya, PT Agrinas Palma Nusantara menunjukkan kinerja yang sangat mengesankan. Pada Januari 2026, perusahaan mencatat pendapatan mencapai Rp4,3 triliun, dengan laba bersih sebesar Rp1,6 triliun. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari manajemen yang efektif dan strategi bisnis yang tepat sasaran.
Perusahaan ini mengelola 1,7 juta hektare lahan sawit titipan negara dengan cara yang profesional. Selain itu, PT Agrinas Palma Nusantara berhasil menyetorkan laba bersih sebesar Rp530 miliar ke kas negara, yang menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Strategi Bisnis dan Tata Kelola
Peningkatan kinerja yang signifikan ini tidak terlepas dari strategi bisnis yang diterapkan oleh manajemen baru. Fokus pada keberlanjutan dan inovasi menjadi kunci dalam pengembangan produk serta pengelolaan sumber daya alam. Dengan adanya tim manajemen yang berpengalaman, perusahaan mampu menjawab tantangan industri dengan lebih baik.
Selain itu, tata kelola perusahaan yang baik menjadi prioritas utama, memastikan bahwa semua proses berjalan sesuai dengan standar industri dan regulasi yang berlaku. Hal ini penting untuk menjaga reputasi dan kepercayaan dari para pemangku kepentingan.
Harapan di Masa Depan
Dengan pengangkatan Mohammad Abdul Ghani dan tim manajemen baru, PT Agrinas Palma Nusantara diharapkan dapat terus tumbuh dan berkontribusi positif terhadap industri kelapa sawit di Indonesia. Transformasi ini bukan hanya soal kepemimpinan, tetapi juga tentang perubahan budaya kerja yang lebih inovatif dan responsif terhadap perkembangan pasar.
Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan pasar. Dengan dukungan tim yang solid dan visi yang jelas, PT Agrinas Palma Nusantara siap menghadapi tantangan yang ada dan memanfaatkan peluang yang berkembang.
Perubahan manajemen ini menjadi sinyal positif bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk karyawan, mitra bisnis, dan masyarakat. Dengan langkah-langkah yang tepat, perusahaan tidak hanya akan bertahan tetapi juga berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat.
