Dalam rangka memperingati hari jadi ke-24 Propam Polri yang akan diperingati pada 17 Oktober 2026, Sipropam Polres Malang melaksanakan aksi sosial dengan menyalurkan 100 paket sembako kepada warga yang kurang mampu. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 29 September 2026, dengan fokus pada kelompok masyarakat yang terdampak ekonomi, termasuk pengemudi ojek online, supeltas, dan tukang becak.
Memberikan Bantuan kepada Mereka yang Membutuhkan
Dalam penyaluran bantuan ini, Sipropam Polres Malang tidak hanya menyasar pekerja di jalanan, tetapi juga mencakup lansia dan anak-anak yang tinggal di panti asuhan. Paket sembako yang diberikan berisi barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan sehari-hari, seperti beras, minyak goreng, gula, dan mie instan.
Waktu Pelaksanaan Kegiatan Sosial
Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari Senin hingga Rabu (28-30 September 2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara untuk merayakan HUT Propam Polri yang ke-24, yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Kepedulian Polri terhadap Masyarakat
AKP Saifullah, selaku Kasipropam Polres Malang, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. Ia berharap paket sembako yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang membutuhkan.
“Kami ingin berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan. Dengan harapan, bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka dan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Saifullah pada Selasa, 29 September 2026.
Target Bantuan yang Luas
Saifullah menambahkan bahwa sasaran bantuan tidak terbatas pada warga kurang mampu saja. Pekerja yang sehari-hari beraktivitas di jalan, seperti pengemudi ojek online, supeltas, dan tukang becak, juga menjadi fokus perhatian dalam kegiatan sosial ini.
Rangkaian Kegiatan yang Berkelanjutan
Rangkaian bakti sosial yang diadakan oleh Sipropam Polres Malang masih terus berlangsung hingga Rabu, 30 September 2026. Selain penyaluran paket sembako, kegiatan ini juga menyasar pondok pesantren dengan memberikan bantuan berupa perlengkapan kebersihan dan alat ibadah.
“Kami menyadari bahwa terdapat masyarakat yang setiap harinya bekerja di jalan dan tentu memiliki kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, mereka juga menjadi bagian dari sasaran kegiatan bakti sosial ini,” jelas Saifullah.
Polri Hadir Dekat dengan Masyarakat
Di sisi lain, AKP M Budiono, Kasi Humas Polres Malang, menegaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan salah satu upaya Polri untuk lebih dekat dengan masyarakat. Polri tidak hanya hadir dalam tugas menjaga keamanan, tetapi juga berkomitmen untuk memberikan bantuan ketika masyarakat dalam kesulitan.
“Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan, kepedulian juga harus ditunjukkan melalui kegiatan sosial yang manfaatnya bisa langsung dirasakan,” kata Budiono.
Harapan bagi Penerima Bantuan
Budiono berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh penerima. Ia juga menekankan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bagian dari usaha untuk membangun hubungan yang harmonis antara polisi dan masyarakat.
“Kami berharap bantuan ini tepat sasaran dan bermanfaat bagi penerima. Kami ingin kehadiran Polri dapat dirasakan oleh masyarakat, termasuk melalui kegiatan sosial semacam ini,” ujarnya.
Manfaat Jangka Panjang dari Kegiatan Sosial
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta kesadaran di masyarakat tentang pentingnya saling membantu dan peduli terhadap sesama. Kegiatan sosial tidak hanya memfasilitasi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membangun rasa solidaritas dan kebersamaan di antara warga.
- Memastikan kebutuhan pokok terpenuhi.
- Meningkatkan kepedulian sosial di masyarakat.
- Membangun hubungan yang lebih baik antara Polri dan masyarakat.
- Memberikan dukungan kepada kelompok yang rentan.
- Mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial.
Aksi sosial ini menjadi contoh nyata bagaimana institusi kepolisian dapat berperan aktif dalam membantu masyarakat, terutama di saat-saat sulit. Dengan semangat berbagi, Polri menunjukkan bahwa mereka bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi instansi lain untuk melakukan hal serupa, menciptakan sinergi yang positif antara pemerintah dan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan yang lebih baik.
