Digitalisasi ESG Didorong BSI untuk Pertumbuhan Nasabah Melebihi 23 Juta

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) tengah mengakselerasi transformasi digital dengan mengedepankan prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) guna mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Strategi ini terbukti efektif dalam memperluas basis nasabah serta meningkatkan inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Pertumbuhan Nasabah yang Signifikan

Sejak proses merger, BSI berhasil mencapai jumlah nasabah lebih dari 23 juta, dengan pangsa terbesar diisi oleh generasi muda dan milenial. Peningkatan ini juga terlihat pada pengguna layanan mobile banking yang sudah mencapai lebih dari 9 juta. Akselerasi digital yang dilakukan salah satunya didorong oleh peluncuran superapp BYOND. Dalam satu tahun terakhir, pengguna aplikasi ini mengalami lonjakan yang mencengangkan, yakni 197 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Fitur Unggulan BYOND

Beragam fitur yang ditawarkan dalam aplikasi BYOND menjadi daya tarik utama bagi nasabah. Beberapa fitur tersebut mencakup:

Integrasi fitur-fitur tersebut semakin memperkuat ekosistem layanan yang berlandaskan nilai-nilai syariah.

Peningkatan Transaksi yang Menggembirakan

Data menunjukkan pertumbuhan yang signifikan pada pembukaan tabungan haji melalui BYOND, yang meningkat 108 persen YoY, mencapai 380.000 nasabah. Secara keseluruhan, platform BYOND mencatat 730 juta transaksi, dengan pertumbuhan mencapai 52 persen YoY. Nilai transaksi juga mengalami kenaikan signifikan, menembus Rp820 triliun, meningkat 48 persen dibanding tahun sebelumnya (data per Desember 2025).

Pentingnya Transformasi Digital

Wakil Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta, menyatakan bahwa transformasi digital merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas layanan dan membangun kepercayaan nasabah. Menurutnya, penguatan tata kelola yang baik melalui transparansi dan kemudahan akses informasi transaksi adalah elemen penting dalam akselerasi digital.

“Peralihan masyarakat ke layanan perbankan syariah yang lebih mudah, aman, dan kompetitif sangat dipengaruhi oleh aspek ini,” ungkap Bob. Ia menambahkan bahwa digitalisasi yang dilakukan oleh BSI tak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada relevansi solusi yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Komitmen Terhadap Keberlanjutan

Dalam hal keberlanjutan, BSI telah mencatat upaya pengelolaan dampak lingkungan dengan melakukan pengukuran emisi karbon. Perusahaan mengumumkan emisi Scope 1 sebesar 19.374,40 tCO2eq dan Scope 2 sebesar 70.356,55 tCO2eq. Selain itu, BSI juga telah membangun 70 unit reverse vending machine (RVM), 13 stasiun pengisian kendaraan listrik, dan 11 instalasi panel surya di kantor-kantor operasionalnya.

Peran Sosial dalam Komitmen ESG

Dari sisi sosial, BSI terus memperkuat optimalisasi penyaluran zakat serta berbagai program pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari kontribusinya terhadap kesejahteraan umat. Dengan inisiatif ini, BSI meraih penghargaan bergengsi sebagai The Most Innovative Digitalization of Sharia Bank 2026 for Embedding ESG Principles Into Sharia Digital Banking Ecosystem.

Target Masa Depan BSI

Melihat ke depan, BSI memfokuskan upayanya pada penguatan kapabilitas digital serta perluasan ekosistem layanan. Strategi ini ditujukan untuk mendorong pertumbuhan transaksi dan inklusi keuangan syariah yang berkelanjutan. Dengan terus mengedepankan prinsip ESG, BSI berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Digitalisasi ESG yang diusung BSI bukan hanya sekadar langkah teknologi, tetapi merupakan sebuah solusi finansial yang mengedepankan keamanan dan kecepatan, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Dengan pendekatan ini, BSI tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai agen perubahan menuju keuangan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi semua.

Exit mobile version