Bulog Gunungsitoli Distribusikan Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng di Kepulauan Nias Februari-Maret

Program bantuan pangan yang dilaksanakan oleh Bulog Gunungsitoli pada tahun 2026 menunjukkan peningkatan yang signifikan, khususnya dalam hal distribusi beras dan minyak goreng. Hal ini disampaikan oleh M. Khoiruddin, Pimpinan Cabang Bulog Gunungsitoli, saat peluncuran program yang diadakan di kantor mereka pada Rabu, 18 Maret 2026. Dengan adanya peningkatan ini, diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat di Kepulauan Nias, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi yang ada.

Peningkatan Distribusi Bantuan Pangan

Menurut Khoiruddin, distribusi bantuan pangan tahun ini mengalami kenaikan sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya hanya sekitar 1.600 ton, kini jumlah bantuan yang akan disalurkan di Kepulauan Nias mencapai sekitar 2.300 ton. Ini adalah langkah positif untuk mendukung ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Rincian Alokasi Bantuan

Setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) akan mendapatkan alokasi bantuan berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng setiap bulan. Untuk periode dua bulan, yaitu Februari dan Maret, setiap penerima akan menerima total 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng yang dikenal dengan nama Minyakita. Hal ini diharapkan dapat memberikan dukungan yang cukup bagi masyarakat yang membutuhkan.

Target Penyaluran di Kepulauan Nias

Penyaluran bantuan pangan ini telah dimulai sejak minggu lalu dan ditargetkan untuk segera terealisasi di lima daerah di Kepulauan Nias. Rincian penyaluran bantuan pangan di wilayah ini adalah sebagai berikut:

Stok Pangan Menjelang Idulfitri

Menjelang perayaan Idulfitri, Khoiruddin memastikan bahwa stok pangan di Bulog Cabang Gunungsitoli dalam kondisi aman untuk dua bulan ke depan. Saat ini, tersedia sekitar 1.131 ton beras medium dan 55 ton beras premium. Selain itu, ada tambahan pasokan beras sebanyak 2.000 ton yang sedang dalam perjalanan dari DKI Jakarta.

Dengan tambahan tersebut, ketersediaan pangan Bulog dipastikan akan mencukupi kebutuhan masyarakat selama dua bulan ke depan. Selain beras, stok minyak goreng premium tercatat sebanyak 22.762 liter dan Minyakita sebanyak 152.666 liter. Stok jagung saat ini mencapai 76 ton dan gula sekitar 18 ton.

Imbauan untuk Masyarakat

Di tengah situasi global yang tidak menentu, termasuk ketegangan di Timur Tengah, Khoiruddin mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Pemerintah telah memastikan bahwa stok pangan nasional cukup hingga sekitar 320 hari ke depan. Ini adalah langkah penting untuk menjaga stabilitas harga dan menghindari inflasi yang tidak perlu.

Ketersediaan Stok Nasional

Secara nasional, Bulog memiliki cadangan stok sekitar 3,3 juta ton dan sedang dalam proses pengadaan untuk mencapai target 4 juta ton hingga akhir tahun 2026. Hal ini merupakan upaya untuk mendukung swasembada pangan di Indonesia dan memastikan bahwa kebutuhan masyarakat akan pangan dapat terpenuhi dengan baik.

Harga Beras yang Stabil

Khoiruddin juga menegaskan bahwa harga beras jenis SPHP tetap stabil sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu Rp 13.100 per kg atau Rp 65.500 per kemasan 5 kg. Untuk harga beli, ditetapkan sebesar Rp 11.300 per kg. Dengan harga yang stabil ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok mereka tanpa harus khawatir akan lonjakan harga yang tidak wajar.

Melalui program bantuan pangan ini, Bulog Gunungsitoli berkomitmen untuk terus mendukung masyarakat di Kepulauan Nias. Dengan peningkatan distribusi dan ketersediaan stok pangan yang mencukupi, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Manfaat Program Bantuan Pangan

Program bantuan pangan ini tidak hanya berfungsi untuk memberikan bantuan langsung kepada masyarakat, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih luas, yaitu:

Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh Bulog dan pemerintah, diharapkan program bantuan pangan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat di Kepulauan Nias. Keterlibatan semua pihak dalam menjaga stabilitas pangan menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan yang ada.

Exit mobile version